Vie Mariana
Rumput rumput yang terinjak ..
Mengaduh sendiri .. hingga hilang perih itu, pergi ..
Sendiri dengan lembar lembar daun yang tetap tegar menghijau ..
Walau bercak sisa jejak tapak manusia menindihnya tanpa perduli ..
Rumput rumput yang terpanggang ..
Oleh panas matahari ... oleh siksa waktu yang berjalan perlahan ..
Oleh keringnya dahaga yang memekik ..
Oleh kelabunya pandangan pandangan yang menganggapnya tak penting ..
Andai ku bisa berlari .. lari dan berlari menghindari pijakan pijakan tanpa arah ..
Andai kubisa berteduh dan sejenak meneduhkan lelahku yang panjang ..
Andai ku bisa tahu dimana hujan kali ini menghabiskan sisa usianya ..
Andai ku bisa menangis dan berteriak .. melepaskan sisa sesakku ..
Dan aku adalah sebaris rumput rumput .. yang terus tumbuh dan kembali liar ..
Tanpa bunga .. tanpa keindahan, ..
Hanya kehangatan kecil yang menyandarkan tubuh tubuh manusia dalam ketenangan
Dan aku adalah gambaran permadani yang melapangkan pandangan pandangan mata ..
Sekelebat hijau tanpa warna warni pelangi ..
Dan aku adalah rumput rumput tanpa pesan ..
Tanpa cerita ..
Tanpa punya arti bagi kumbang kumbang yang datang ..
Karena aku, hanyalah rumput rumput yang tak mampu berbicara lebih, ..
Kepada dunia ..

Share
4 Responses
  1. Unknown Says:

    Haa.. *triak"*
    Kren"..
    Q ngerasa jd rmput



  2. Unknown Says:

    Huuuuaaaa....
    Mana lagu'a Starlight Tears lagi.... T.T


  3. hhhahahahaha..... biar syahdu mi...


Posting Komentar