Vie Mariana


“INI TERBAIK UNTUKMU DAN AKU BUKAN TERBAIK UNTUKMU” Dulu aku memaknai beda “INI TERBAIK UNTUKMU DAN AKU BUKAN TERBAIK UNTUKMU” aku memaknai bahwa aku masih jadi hal baik dalam dirimu, aku masih bisa menjadi satu tumpuan dalam dirimu, tapi semua musnah begitu saja ketika ketidak pastian muncul. Tapi harapan ada dan akan tetap ada sampai batas yang telah di tentukan itu nyata. Batas yang tidak mungkin lagi aku terjang .
Untuk kali ini seperti biasanya yang kulakukan cuman bisa diam. Dan kamu pasti sudah ngerti maksudnya.

* Aku diam tidak berarti aku tak peduli kepadamu.
* Aku diam tidak berarti aku tak memikirkanmu.
* Aku diam tidak berarti aku tak mengharapkanmu.
* Aku diam tidak berarti aku tak merindukanmu.
* Aku diam tidak berarti aku tak mencintaimu.
* Aku diam karena sungguh memikirkanmu.
* Aku diam karena sungguh merindukanmu.
* Aku diam karena cinta kepadamu.
* Dalam diam aku sungguh sungguh mencintaimu.
Pilihanmu adalah terbaik untukmu merupakan satu pilihan yang membawamu kekehidupan baru. Dimana hal yang kamu inginkan yang selama ini belum bisa aku berikan karena kegagalanku untuk membuatmu membutuhkanku. Aku sadar sebagai Orang yang mencintaimu telah mengecewakanmu sedemikian dalam. Sampai memandang diriku pun engkau sudah tak mau.
Pilihanmu adalah terbaik untukmu dan memang sulit aku mendukungnya karena pasti engkau akan pergi meninggalkan aku. Rasa yang dulu ingin ada terus dalam diriku karena pilihanmu harus aku tangguhkan mungkin akan aku pendam karena memang pilihan terbaik untukmu. Ingat kata ” INI TERBAIK UNTUKMU DAN AKU BUKAN TERBAIK UNTUKMU “. Satu kalimat sedikit tapi banyak makna. Yang pasti aku sekarang memaknai satu kalimat tersebut penghalusan kata untuk aku segera pergi atau jauh dari kamu .
Vie Mariana

Seorang Manusia berbisik, “Tuhan, bicaralah padaku.”
Dan burung kutilang pun bernyanyi.

Tapi, manusia itu tidak mendengarkannya.

Maka, Manusia itu berteriak, “Tuhan, bicaralah padaku !”

Dan guntur dan petir pun mengguruh.
Tapi, Manusia itu tidak mendengarkannya.


Manusia itu melihat sekelilingnya dan berkata,

“Tuhan, biarkan aku melihat Engkau.”
Dan bintang pun bersinar terang.
Tapi, Manusia itu tidak melihatnya.


Dan, Manusia berteriak lagi, “Tuhan, tunjukkan aku keajaiban!” Mu”

Dan seorang bayi pun lahirlah.
Tapi, manusia itu tidak menyadarinya.



Maka, ia berseru lagi dalam keputus-asaannya, “Jamahlah aku, Tuhan!”

Dan segera, Tuhan pun turun dan menjamahnya.
Tapi, manusia itu malah mengusir kupu-kupu tersebut dan terus berjalan.


Betapa hal ini semua sebenarnya mengingatkan pada kita

bahwa Tuhan selalu hadir di sekitar kita dalam bentuk
sederhana dan kecil yang sering kita anggap lalu, bahkan dalam era elektronik ini …
karenanya saya ingin menambahkan satu lagi:


Manusia itu berseru, “Tuhan, aku membutuhkan pertolonganmu!”

Dan datanglah e-mail dengan berita-berita baik dan menguatkan.


Namun, ia justru menghapusnya dan terus berkeluh-kesah….
Berita baik itu adalah bahwa anda masih dicintai orang lain !
Janganlah kita mencampakkan suatu anugerah,
hanya karena anugerah itu tidak dikemas dalam bentuk yang diinginkan dan dimengerti oleh kita...

Vie Mariana
Assalamualaikum wr wb
Sepucuk surat dari seorang ayah


Aku tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya hanya Allah yang tahu. Sebelum kulanjutkan, bacalah surat ini sebagai surat seorang ayah kepada anaknya yang sesungguhnya bukan miliknya, melainkan milik Tuhannya.

Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia. Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta. Sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui.

Nak, menjadi ayah itu mulia. Bacalah sejarah Nabi-Nabi dan Rasul dan temukanlah betapa nasehat yang terbaik itu dicatat dari dialog seorang ayah dengan anak-anaknya.

Meskipun demikian, ketahuilah Nak, menjadi ayah itu berat dan sulit. Tapi kuakui, betapa sepanjang masa kehadiranmu di sisiku, aku seperti menemui keberadaanku, makna keberadaanmu, dan makna tugas kebapakanku terhadapmu. Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindah dan paling aku banggakan di depan siapapun. Bahkan dihadapan Tuhan, ketika aku duduk berduaan berhadapan dengan Nya, hingga saat usia senja ini.

Nak, saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan ibumu. Sebagai bukti, bahwa aku dan ibumu tak lagi terpisahkan oleh apapun jua. Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali telah mampu berkata: "TIDAK", timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya. Engkau bukan milikku, atau milik ibumu Nak. Engkau lahir bukan karena cintaku dan cinta ibumu. Engkau adalah milik Tuhan. Tak ada hakku menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya untuk Tuhan.

Nak, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari siapa sebenarnya aku dan siapa engkau. Dan dalam waktu panjang di malam-malam sepi,kusesali kesalahanku itu sepenuh -penuh air mata dihadapan Tuhan. Syukurlah, penyesalan itu mencerahkanku.

Sejak saat itu Nak, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Membuatmu senantiasa erusaha memenuhi keinginan pemilikmu. Melakukan segala sesuatu karena Nya, bukan karena kau dan ibumu. Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain, tapi agar engkau dikagumi dan dicintai Tuhan.

Inilah usaha terberatku Nak, karena artinya aku harus lebih dulu memberi contoh kepadamu dekat dengan Tuhan. Keinginanku harus lebih dulu sesuai dengan keinginan Tuhan. Agar perjalananmu mendekati Nya tak lagi terlalu sulit. Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua, tak pernah engkau kuhindarkan dari kerikil tajam dan lumpur hitam. Aku cuma menggenggam jemarimu dan merapatkan jiwa kita satu sama lain. Agar dapat kau rasakan perjalanan rohaniah yang sebenarnya. Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau karena kita memang tak boleh berhenti. Perjalanan mengenal Tuhan tak kenal letih dan berhenti.

Nak. Berhenti berarti mati, inilah kata-kataku tiap kali memeluk dan menghapus air matamu, ketika engkau hampir putus asa.

Akhirnya Nak, kalau nanti, ketika semua manusia dikumpulkan di hadapan Tuhan, dan kudapati jarakku amat jauh dari Nya, aku akan ikhlas. Karena seperti itulah aku di dunia. Tapi, kalau boleh aku berharap, aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Tuhan. Aku akan bangga Nak, karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya. Dari ayah yang senantiasa merindukanmu.

 ***
Vie Mariana
Tuhan...
Bolehkan aku mengintip sedikit, cukup wajahnya saja Tuhan, siapa yang jadi suamiku kelak… Karena, jika telah kuketahui sosoknya sebelumnya.. Aku tak perlu khawatir akan keraguanku.
Pun, jika dia masih jauh dari jangkauanku, dengan senang hati aku akan memperjuangkannya, meskipun harus bercucur keringat darah karenanya.

Tuhan...
Tahukah Engkau Tuhan... Karena Engkau begitu pelit dengan segala rahasia-Mu, telah banyak hati yang terzalimi. Bahkan mungkin, nyaris melakukan tindakan yang jauh dari ampunan-Mu, yaitu merebut minuman yang harusnya menjadi hak serangga. Tak kasihan kah kau pada serangga itu Tuhan...
Ah! Maaf Tuhan... Jadi OOT. Jangan di-bata ya Tuhan.. :D

Tuhan..
Jika memang Engkau kekeuh tak berkenan memberi bocoran, pun tak mempan suap, it's ok Tuhan.
Aku pasrahkan semuanya dalam kehendak-Mu…
Jika kau memaksa menjodohkanku dengan KIM BUM atau Edward Cullen , aku pun tak punya pilihan lain untuk menolak 

Tuhan...
Tapi, kurasa kasihan nanti.. Dunia akan gempar! Para ilmuwan akan panik! Mengetahui fenomena alam ini. Karena dalam era modern seperti sekarang, mu'jizat sudah dianggap hal yang absurd!
Untuk itu, tak perlulah Engkau memaksakan jodohku seorang pria sempurna fisiknya Tuhan. Cukuplah, seorang yang membuatku nyaman ketika bersamanya.
Tak perlulah dari keluarga ningrat. Cukuplah, jika ia dan keluarganya ikhlas menerimaku dan keluargaku menjadi bagian keluarga mereka, sama seperti keikhlasanku dan keluargaku menerima mereka menjadi keluarga kami yang baru.
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS.Al-Hujurat(49):13).

Tak perlu memiliki harta melimpah, tapi cukuplah ia gemar bersedekah.
...dan persetubuhan salah seorang dari kalian (dengan isterinya) adalah shadaqah." [alhadits]

Tak perlu berbudi pekerti luhur, tapi semoga ia bukan pria keras kepala, tipis nuraninya, dan buta mata hatinya.

Tak perlu memiliki kecerdasan dan tingkat intelejensia di atas rata-rata, tapi cukuplah jika ia sadar dengan kerelaan menyerahkan diri sepenuhnya dalam tanggung jawabku.

Tak perlu harus selalu memahamiku, tapi cukuplah ia jika tak memberatkanku.

Tak perlu harus selalu melayaniku, tapi cukuplah jika ia ikhlas dalam keterpurukanku.

Tak perlu harus pintar mengurus rumah, tapi cukuplah jika ia bisa menjaga kehormatan 'rumah'. Orang jawa bilang: Mikul dhuwur, mendhem jero.

Tak perlu harus pintar dalam mendidik anak, tapi cukuplah jika ia tahu dan sadar, bahwa waktu kebersamaan tak bisa digantikan uang jajan. Dan, kasih sayang tak bisa digantikan maaf dan penyesalan.
Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).

Tak perlu seorang alim, tapi cukuplah jika ia bersedia mengingatkanku dan mau kuingatkan jika masing-masing dari kami berada dalam kekhilafan.
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).

Ah! Requestku kebanyakan ya Tuhan...
Maaf ya Tuhan..

Tapi, bagaimanapun ia, jika ia pilihan-Mu, aku yakin itu terbaik untukku...
Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan rizki yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).

Last but Not Least Tuhan…

Ada ulama yang mengatakan, "Jodoh itu di Tangan Tuhan, tapi kalau ga diambil ya di Tangan Tuhan terus!"
Apa itu benar Tuhan?
Ah! Rahasia lagi...
No Prob Tuhan..
Karena aku tahu, dibalik semua rahasia-Mu, terdapat kebaikan yang memaksa setiap orang untuk terus meningkatkan ikhtiar dan tawakkalnya.
"Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49)
Akhirul kalam..
Terima kasih Tuhan telah mendengarkan rajukanku, hamba-Mu yang manja ini..
Ttd
RAHASIA‼!
(Emangnya Tuhan doang yang bisa maen rahasia2an! :p)
"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (QS. An Nuur (24) : 32).
Vie Mariana
I want to love you perfectly. However, you never made me comfortable as before. do you feel? You feel something about my feelings?


I want to hug you with the perfect. however, your body is very big. I want to hold your hand, but your hand never hit my feelings. I want to kiss your lips. but your lips nevermade my feelings cry.

I do not know, what should I do? to explain about my feelings. or maybe the last I everdid something that made you hurt. but .. no one ever thought of hurting you.

if you read this note. I'm sure you do not care about this.
but please talk to me.

do you still love me? please love me, like I love you.

Actually, I wanted to give me a smile just for you, but you never understand myfeelings.
Darl, I want only you who can make me stop crying like the first. but why now even moreto make me cry? you why? what I do wrong?

Did not you speak softly as before? please, I am the mate for stepping, not the peoplewalking behind you. we feel the same. please .. listen to my inner groaning.

and if you remember anything? about my flirtatious? an overly confident? you knowsaying that makes me cry?


do you know your mouth was sharp! then what do you think your attitude with other people that do not make me hurt.

please understood my feelings as well.
I always try to understand you.

if you read this, I'm sure you know if I had not enough courage to say it. let us togetherlearn to realize our dreams. I really love you.


I feel like a lover who is not considered. indeed what if all know about us? I beg you, do not make me to think negative again.

I wish you a first .., I wish in mind, I want you to know and understand my feelings.

enough to make me continue to understand you. I really love you. I already love you. Ibeg your heart wisdom. understood ... if I loved you.


Vie Mariana

Bersyukur.
Siapa sih yang nggak pernah bersyukur? Saya pikir hampir setiap orang pernah bersyukur. Bahkan kata-kata atau ucapan :”Saya selalu bersyukur kok”, sangat sering kita dengar. Kita selalu bersyukur terhadap rezeki yang kita terima, kita selalu bersyukur terhadap keadaan yang membahagiakan kita, kita selalu bersyukur kala merasakan udara yang menyejukkan, kala memandangi pemandangan yang menakjubkan, kita selalu bersyukur memiliki keluarga dan teman yang kita sayangi.

Intinya kita selalu bersyukur terhadap segala hal baik yang kita terima.

Pertanyaannya, apakah iya? Apakah iya, kita hanya bersyukur terhadap hal-hal baik saja?
Kalau jawabannya iya, berarti kita tidak pernah, atau katakanlah jarang bersyukur terhadap hal yang tidak baik yang menimpa kita.
Pernahkah kita bersyukur ketika kita sakit, bersyukur ketika kita terjatuh, bersyukur ketika kita merasa terkhianati?
Saya pikir sebagian besar dari kita, ketika mengalami hal-hal yang tidak kita senangi, adalah mengeluh, mengutuk, mencaci maki, kesal, dan sebagainya.
Maaf kalau saya salah.

Melalui tulisan ini, saya hanya mencoba mengingatkan diri saya pribadi, syukur-syukur bisa bermanfaat juga buat siapa saja.


SAYA HANYA INGIN BELAJAR BERSYUKUR TANPA SYARAT.


Bersyukur dengan apapun kejadian yang kita hadapi, bersyukur terhadap apapun yang kita terima.


Saya mencoba membuat ilustrasi sebagai berikut.

Anggaplah saya seorang pekerja lepas di bidang kreatif, ketika sedang banyak order: “Gila, kerjaan gw banyak banget, kapan kelarnya nih…. Begadang lagi nih gw” atau ketika sepi order: “Sialan, kerjaan kok sepi banget ya, gimana gw bisa kaya….”

Serba salah ya, banyak order ngeluh, sepi order ngeluh, seandainya kita bisa melihat dari sisi positif, tentu kita akan bersyukur.
Saat banyak order: “Alhamdulillah, Allah sedang sayang sama gw nih, gw dikasi banyak order, biar gw bisa menuhin apa yg gw mau. Yah berkorban waktu dan tenaga dikit lah, toh Allah gak akan beri beban yang melebihi kemampuan gw.”
Atau ketika sepi order: “Alhamdulillah, Allah sedang sayang sama gw nih, gw dikasi banyak waktu, biar gw bisa istirahat, bisa gaul ama keluarga dan temen-temen gw. Soalnya kalo ntar udah mulai banyak order, waktu gw kesita banyak, kalo soal rezeki mah, Allah Maha Pemurah kan, gak mungkinlah ngebiarin gw sengsara.”


Ok deh, itukan kalo kita punya usaha sendiri, enak kita bisa ngatur waktu semaunya…
lah kalo kerja kantoran, cuma jadi karyawan biasa, berangkat pagi aja udah ngeselin berebut naik bis, macet, udah itu yang duduk disamping nenek-nenek tua yg bawelnya gak ketulungan, sampe kantor telat diomelin bos, padahal gaji kecil, udah itu bos ngasi kerjaannya ke kita semua, halah…. Capee deeeh….

Hmmm….. seandainya saya berada disituasi tersebut, saya akan tetap mencoba belajar bersyukur…

““Alhamdulillah,Allah masih sayang sama saya, saya masih dikasi fisik yang sehat, jadi saya masih kuat memacu kendaraan saya. Gimana yang badannya loyo ya, kasian juga kan?”

“Alhamdulillah,Allah memang sayang sama saya, jalanan macet, jadi masih ada kesempatan untuk istirahat tambahan. Jadi sampai kantor lebih segar.”

“Alhamdulillah,Allah benar-benar sayang sama saya, diberi contoh hidup, ada nenek-nenek di sebelah yang udah setua ini masih sibuk berangkat pagi dan berdesakan. Saya harus lebih giat nih berusaha agar saya tua nanti bisa jauh lebih enak dari nenek ini.”

“Alhamdulillah,Allah memang benar-benar sayang sama saya, saya dikasi bos yang peduli sama saya. Telat diomelin, coba kalo bos diam-diam aja, tau-tau ngasi surat peringatan, repot kan?”

“Alhamdulillah, Allah luar biasa sayang sama saya, walaupun gaji gak gede, tapi sampai hari ini masih kerja dan terima gaji. Banyak orang nganggur, gak tau deh kalo saya juga nganggur….”

“Alhamdulillah,Allah memang benar-benar sayang banget sama saya, saya masih dipercaya oleh boss, dikasih pekerjaan banyak.”


Hahha…. Ngomong sih enak ya…
Tapi gimana kalo masalahnya perasaan? Nah loh…
Gimana kalo kita sering berantem sama temen, dikhianati sama pasangan..?
“Alhamdulillah,Allah sayang sama saya, saya dihadapkan dengan konflik, agar saya lebih mengerti mana yang baik, mana yang buruk, mana yang benar, mana yang salah.”

Ok..ok…. Nah kalo kita sakit gimana? Udah badan gak enak banget, gak bisa ngapa-ngapain lagi.
Bersyukurlah…
“Alhamdulillah,Allah sayang sama saya, saya diberi penyakit agar saya bisa istirahat total. “
“Alhamdulillah,Allah sayang sama saya, saya diberi penyakit, saya jadi sadar ternyata saya punya banyak teman yg benar-benar perhatian terhadap saya, ada yang datang besuk, ada yang nelpon menanyakan kondisi, ada yang menghibur lewat fesbuk. “
“Alhamdulillah,Allah sayang sama saya, saya diberi penyakit untuk mengurangi dosa-dosa saya.“


Hmmm….. memang tidak semudah yang ditulis, tidak semudah yang dikatakan, tidak semudah yang dibayangkan…. Tapi bukankan kalau ada kemauan, pasti bisa?
Dan ini merupakan suatu kebiasaan yang bisa dilatih bukan? Kalau sudah terbiasa, tentu tidak akan terasa sulit.


MARI MENCOBA BERSAMA...
Vie Mariana



Ya Allah,
Andai Kau berkenan, limpahkan kepada kami cinta
yang Kau jadikan pengikat rindu Rasulullah dan Khodijah Al-Kubro,
yang Kau jadikan mata air kasih sayang Imam Ali & Fatimah Az-Zahro
yang Kau jadikan penghias keluarga NabiMu yang suci

Ya Allah,
Andai semua itu tak layak bagi kami,
Maka cukupkanlah bagi kami dengan RidhoMu
Jadikanlah kami sebagai suami istri yang saling mencintai di kala dekat,
saling menjaga kehormatan di kala jauh.
Saling menghibur di kala duka,
Dan saling mengingatkan di kala bahagia,
saling mendoakan dalam kebahagiaan dan ketaqwaan,
dan saling menyempurnakan dalam beribadah kepadaMu.

Ya Allah,
Sempurnakanlah kebahagiaan kami dengan menjadikan pernikahan ini sebagai ibadah kepadaMu
dan bukti ikutnya cinta kami kepada sunnah keluarga RasulMu. Amiiin…



::: selamat untuk mba tata dan mas adi 
Baarokalloohu laka wabaroka 'alaika wajama'a bainakumaa fii khoiir... :::